Kehilangan Jati Diri

Assalamu`alaikum sob, berjumpa lagi dengan saya di sesi kedua pada malam jum`at kali ini, ciee..

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kepercayaan untuk menjadi pengurus di himpunan program study Himatipa. Yaps, ini adalah beban tanggung jawab yang kesekian yang musti saya jalani disemester ini.

Menjadi pengurus sebenarnya bukanlah suatu kebanggaan, justru bagi saya ini adalah awal kekhawatiran saya yang memang masih sangat minim pengalaman di organisasi. Namun, justru hal inilah yang melatar belakangi saya untuk mengiyakan tawaran untuk menjadi pengurus di himatipa. Saya ingin belajar berorganisasi.

Hari ahad kemarin merupakan pertemuan pertama, dalam rapat ini, membahas mengenai pembagian divisi. Alhamdulillah saya mendapat bagian di divisi ristek.

Hmm, jujur saya ini kurang srek dengan bagian ini karena saya pun kurang berminat pada bidang ini. Tapi apa daya, saya harus tetap professional menjalankan misi di divisi ristek.

Tapi ya yang namanya kurang pengalaman ya seperti ini jadinya. hehehe

Sebelum bergabung dihimatipa saya sudah terlebih dahulu mengikuti kegiatan rutin yang ada dikampus ataupun di asrama. Seperti Albanjari dan penalaran.

Saya patut bersyukur karena diterima di himatipa. pasalnya saya memang orangnya nggak keren sama sekali (baca: nggak profesional), apalagi pas waktu lagi galau. hmm.. contohnya saat grup albanjari kami mau menggarap album. saya malah pulang kampung, wkwkwkw..

Saya kehilangan kesempatan untuk ikut grup Albanjari yang akan memulai penggarapan album perdana kami. Ini adalah sesuatu yang benar-benar sulit untuk diterima oleh hati saya. Pasalnya, ini merupakan kagiatan favorit saya, seni (musik) adalah jiwa bagi saya, dan itu dunia saya.

Belum kelar dengan Albanjari, saya lagi-lagi terancam kehilangan kesempatan untuk belajar dunia tulis-menulis dan penelitian. Alasanya tidak saya tuliskan ya.

Aduh, saya mulai memikirkan bagaimana caranya dan alasan yang tepat untuk keluar dari jeruji ini. Dunia saya adalah bermusik, menulis dan berkarya, akan tetapi saya malah mulai kehilangan itu semua. Ya Allah, tolonglah hamba-MU ini..

Akan tetapi sekarang ini saya sadar bahwa saya sebaiknya membuang pikiranan ini. Saya musti berfokus untuk berkarya di himpunan ini, bersama teman-teman yang lain. Mereka telah memberikan kepercayaan, dan pantang bagi saya untuk menghianati kepercayaan itu. I Love Himatipa..Saatnya berkarya lagi di Himatipa. YEEEAH!

Post a Comment for "Kehilangan Jati Diri"