خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya)”

Semua Baik-Baik Saja, Aku Hanya Lupa Caranya Tersenyum

Malam yang begitu cerah untuk hari ini. Terlihat sangat jelas bintang-bintang gemerlapan. Lalu lalang anak-anak dengan segala kesibukan yang bermacam-macam. Ada mad diki yang sedang bersiap dengan UKM Paduan Suara Goldennya, yang sedang berfokus mengikuti ajang tingkat nasional dan akan berangkat tanggal 17 Mei ini.

Baru saja terlihat beberapa teman berjalan ke Masjid, ya hari ini adalah rutinan Sholawatan. Beberapa juga sedang berkumpul di Taman kampus. Entah apa yang mereka bicarakan.

Ya, semua baik-baik saja. Tapi, dari sekian banyak yang saya temui, sepertinya ada yang terlupa. Saya tidak melihat lagi wajah-wajah yang biasanya menyejukkan hati. Semakin hari  seakan semakin banyak yang terlupa untuk sedikit melebarkan bibir.

Bukan siapa-siapa sebanarnya. Akan tetapi diri ini. Sepertinya saya pun kehilangan kebahagiaan hidup yang semestinya senantiasa saya syukuri setiap hari. Sekali lagi, sekarang kita tidak membicarakan suatu permasalahan, Semua baik-baik saja.

Kita hanya perlu sedikit melihat diri kita sendiri. Kita perlu untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang selalu kita dapatkan, bahkan tanpa memohon terlebih dahulu. Ayo, kembali budayakan tersenyum dalam segala keadaan. Saya tahu, semua orang yang hidup pasti ada saja masalah yang muncul. Akan tetapi marilah sedari sekarang kita rubah pandangan tentang itu.

Masalah pada dasarnya adaalah ujian yang sedang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Seperti dikehidupan sehari-hari, setiap kali ada ujian pasti akan ada yang namanya kenaikan kelas. Jadi, kita harus melalui ujian-ujian tersebut dengan baik, dan jangan lupa untuk tersenyum, karena senyum adalah tanda rasa syukur kita kepada Allah.

Mungkin ada dari kita yang agak sulit tersenyum. Terutama saya sendiri sih. Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu saya mencoba untuk memotret beberapa ekspresi teman-teman yang sedang tersenyum. Hehehe, semoga ini jadi referensi untuk mulai belajar tersenyum lagi ya.


Senyum ala Ghofur

Senyum versi Kholid

Ya`kub

Senyuman polos A`am
Nah, sekarang giliran saya. Tolong dinilai ya sob, apakah senyuman saya ini masih ada yang kurang? hehehe...


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Semua Baik-Baik Saja, Aku Hanya Lupa Caranya Tersenyum"

Post a Comment

Hai ! Bagaimana, seru kan artikelnya? Jangan lupa untuk menanggapi artikel saya ini ya.. :)