خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya)”

Asoy Deh!


Tak terasa ternyata sudah lewat satu semester ya. Perubahan signifikan ada dimana-mana, dari sebelumnya yang pendiam, sekarang jadi agak banyak omong, dari yang tadinya tidak kebanyakan gaya, jadi banyak saja tingkahnya, dan dari yang jomblo hingga sekarang sudah pada punya pasangan. Cieee.. asoy deh!

Kenyataan ini terjadi dikehidupan kampus belakangan ini. Dulu, waktu awal-awal jadi mahasiswa, saya bisa melihat betapa polosnya kami.

Dimulai waktu ospek. Dari anak satu dan anak lainnya baru kenalan. Yap, inipun hasil dari paksaan kakak-kakak, yang mengharuskan kami mengenal satu sama lain, satu angkatan. Tugas seperti itu memang lumrah saat ada kegiatan MOS atau ospek seperti ini. Sangat bermanfaat sih, tapi sebenarnya saya sendiri kurang setuju karena pertemanan itu tidak sepatutnya dipaksakan. Hal ini menjadikan peristiwa yang seharusnya menjadi sesuatu yang indah, menjadi berkurang keindahannya.

Bagaimana tidak. Dengan dipaksa dan dibayang-bayangi hukuman, agenda mencari teman jadi kurang asyik. Tak khayal anak seperti saya pun jadi korbannya.

Sedikit cerita ini ya. Saya termasuk anak yang sulit menghafal, termasuk nama teman-teman. Ditambah lagi nama yang harus dihafal ada seratusan anak. Bayangkan, saya dipaksa mengenal mereka satu persatu nama teman diangkatan kami. Huft, ya bisa ditebak gimana endingnya. Saya lupa, dan dapat hukuman. Wkwkwkw…

Tapi itu semua agaknya berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Saat ini, satu persatu mulai mengenal, benar-benar mengenal. Sampai-sampai ada saja yang menjadi pasangan dan mulai menjalin asmara. Asoy deh!

Berdasarkan pengamatan saya, teman-teman yang mulai terjangkit virus mematikan ini ada beberapa, bukan satu atau dua, melainkan lumayan banyak sob. Lah, keadaan seperti ini memunculkan tanda tanya dibenak saya. Betapa mudahnya virus ini menjangkiti teman-teman.

Tapi semua itu biarlah, toh itu hak mereka. Sebagai seorang mahasiswa jomblo kita harus tetap teguh pada pendirian kita, santai saja, kita fokus cari ilmu, membahagiakan ortu, lalu baru pilih mantu. Eits, nikah aja belum sudah cari mantu. Wkwkwkw.. ingat, saat kita mulai terjangkit virus ini, kita `cukup` bilang Asoy Deh!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Asoy Deh!"

Post a Comment

Hai ! Bagaimana, seru kan artikelnya? Jangan lupa untuk menanggapi artikel saya ini ya.. :)